Sebuah nama terukir disana, namaMU nan Agung & Besar
Pilar-pilar menyanggah dengan kokoh
Terdengar lantunan merdu sang bilal
Terpahatkan diatas rasa cinta seorang hamba
Terpatri karna penciptaanMU yang Mulia
Terukir syukur akan hembus nafas yang Engkau beri
Aku begitu lemah, kecil dan tak berdaya berhadapan denganMU
Terlalu banyak lubang dosa yang kugali untuk nerakaku
Bukan menanam amalan untuk menuai firdaus
Entah apa yang terdetik dalam relung kalbu keimananku
Rabu, 08 April 2009
masa...akankah kembali berulang??!
aku ingin mengembalikan apa yang pernah terlupakan
mengubah hidup dan menukarnya dengan yang lain
terbesit penyesalan menjadi seorangku sekarang
mengapa dulu jalan berhujung seperti ini yang kupilih??!
aku ingin mengulang waktu
membuang debu kehidupan
meraup setetes embun kedamaian
riak ini bergemercik terlalu ramai
tak biarkan aku mainkan melodiku sendiri
aku ingin mengembalikan apa yang pernah terlupakan
mengubah hidup dan menukarnya dengan yang lain
terbesit penyesalan menjadi seorangku sekarang
mengapa dulu jalan berhujung seperti ini yang kupilih??!
aku ingin mengulang waktu
membuang debu kehidupan
meraup setetes embun kedamaian
riak ini bergemercik terlalu ramai
tak biarkan aku mainkan melodiku sendiri
Minggu, 29 Maret 2009
dendangkan syair lagu kehidupan
ada seorang yang menolak cinta dan berpaling
ada lain hati yang mencari belahan jiwa hingga akhir hidupnya
ada pula yang ingkari rasa mencintanya
ada yang memilih untuk pergi jauh dari cintanya
ada yang tersenyum akan datangnya cinta
ada yang berkorban demi cinta
datang....pergi....entah untuk kembali ataukah untuk menepi
ada lain hati yang mencari belahan jiwa hingga akhir hidupnya
ada pula yang ingkari rasa mencintanya
ada yang memilih untuk pergi jauh dari cintanya
ada yang tersenyum akan datangnya cinta
ada yang berkorban demi cinta
datang....pergi....entah untuk kembali ataukah untuk menepi
Selasa, 24 Maret 2009
lihat aku...
aku begitu sempurna
DIA beri aku seraut wajah menawan
raga ini tidak satupun terambil dariku
hingga kini yang ku tahu adalah bahagia
senyum indah menghiasai hari-hariku
penaku sudah goreskan tinta keilmuan
merdu suara berlantun senandung
derai puja beriring tanpa henti
kelembutan gemulaikan tarian cinta
tegar berdiri tertempa sorot mata belati
apa yang tidak aku miliki??!
aku begitu sempurna
tapi.....
aku berharap aku tak pernah menjadi sempurna
karna aku masih tetap ingin menjadi hambaNYA
dengan sempurnaku...
maka aku adalah DIA
aku begitu sempurna
DIA beri aku seraut wajah menawan
raga ini tidak satupun terambil dariku
hingga kini yang ku tahu adalah bahagia
senyum indah menghiasai hari-hariku
penaku sudah goreskan tinta keilmuan
merdu suara berlantun senandung
derai puja beriring tanpa henti
kelembutan gemulaikan tarian cinta
tegar berdiri tertempa sorot mata belati
apa yang tidak aku miliki??!
aku begitu sempurna
tapi.....
aku berharap aku tak pernah menjadi sempurna
karna aku masih tetap ingin menjadi hambaNYA
dengan sempurnaku...
maka aku adalah DIA
Pelangi
apa kamu melihat hujan turun begitu deras menyirami kehidupan yang gersang??!
apa kamu merasakan hangatnya sinar mentari dengan santun menyapa dunia??!
apa kamu mendengar irama desiran angin berhembus mesra dalam kerinduan??!
apa kamu merasakan awan berarak melindungi diri ??!
apa kamu menceritakan indahnya taman, riang dengan canda dan kicau burung gereja??!
apa kamu mencium harum kuncup sang ratu tersipu membentang kelopaknya??!
apa kamu membisikan malam untuk menahan kehadirannya sesaat lagi??!
apa kamu menikmati warna pelangi peraduan tetes air dan sinaran??!
semua bernada menjalankan detik berharga yang terberi
dan aku memiliki semua itu dengan hanya melangkah setapak arah
apa kamu merasakan hangatnya sinar mentari dengan santun menyapa dunia??!
apa kamu mendengar irama desiran angin berhembus mesra dalam kerinduan??!
apa kamu merasakan awan berarak melindungi diri ??!
apa kamu menceritakan indahnya taman, riang dengan canda dan kicau burung gereja??!
apa kamu mencium harum kuncup sang ratu tersipu membentang kelopaknya??!
apa kamu membisikan malam untuk menahan kehadirannya sesaat lagi??!
apa kamu menikmati warna pelangi peraduan tetes air dan sinaran??!
semua bernada menjalankan detik berharga yang terberi
dan aku memiliki semua itu dengan hanya melangkah setapak arah
Masihkah Kata Cinta itu terucap
aku tidak pernah mengerti arti hitamnya gelap dalam pekat
hingga aku sadari bahwa aku adalah diamar bagi sepetak sahara
aku mencoba tertatih mengais tetes kearifan dari sang fana
dan aku pahami bagaimana aku harus mengikis keraguan
tidak ada cahaya yang redup menerangi gemerlap dunia
hanya saja terang itu berbatas nyata dan maya
aku belajar meniti hari dengan setitik harap dan doa
dan aku pulang menyambut senja dengan kecemasan
karna aku tahu hari ini tidak akan berulang
menyimak air mengalir beriak dan beradu dengan hilir
suara alam tandai perputaran waktu
titik itu beri jarak bahwa dua masa adalah tidak dekat
dari kejauhan aku hanya bisa menatap
semoga bintang jatuh dalam jutaan mimpi
hingga aku sadari bahwa aku adalah diamar bagi sepetak sahara
aku mencoba tertatih mengais tetes kearifan dari sang fana
dan aku pahami bagaimana aku harus mengikis keraguan
tidak ada cahaya yang redup menerangi gemerlap dunia
hanya saja terang itu berbatas nyata dan maya
aku belajar meniti hari dengan setitik harap dan doa
dan aku pulang menyambut senja dengan kecemasan
karna aku tahu hari ini tidak akan berulang
menyimak air mengalir beriak dan beradu dengan hilir
suara alam tandai perputaran waktu
titik itu beri jarak bahwa dua masa adalah tidak dekat
dari kejauhan aku hanya bisa menatap
semoga bintang jatuh dalam jutaan mimpi
Kamis, 05 Maret 2009
Andai waktu berulang....
Andai waktu berulang...
aku ingin menjadi ulat
menjijikkan dan tersingkirkan dari pandang mata
metamorfosis alam berbuah segurat rindu
hanya sang kaktus yang menyapa berimbuh iba
hukum rimba menyisihkan ketakberdayaan
tapi pencipta janjikan aku satu hari esok
dimana aku bisa mengepak sayap indah mempesona
antara sutra ku bergumul mengeja pintal
hingga esok yang datang bersama sapa merdu berbiduk
aku pun menjadi......
seekor kupu berparas merak bersayap peri
dan aku pun tau bunga mekar diantara duri sebatang kaktus
aku ingin menjadi ulat
menjijikkan dan tersingkirkan dari pandang mata
metamorfosis alam berbuah segurat rindu
hanya sang kaktus yang menyapa berimbuh iba
hukum rimba menyisihkan ketakberdayaan
tapi pencipta janjikan aku satu hari esok
dimana aku bisa mengepak sayap indah mempesona
antara sutra ku bergumul mengeja pintal
hingga esok yang datang bersama sapa merdu berbiduk
aku pun menjadi......
seekor kupu berparas merak bersayap peri
dan aku pun tau bunga mekar diantara duri sebatang kaktus
Langganan:
Postingan (Atom)